Minggu, 30 Desember 2012

Pertentangan-Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat

Diposting oleh rizkaicha28 di 06.08 0 komentar

Perbedaan Kepentingan

Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku dari individu. Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan ini bersifat esensial bagi kelangsungan kehidupan individu itu sendiri. Jika individu berhasil memenuhi kepentingannya, maka mereka akan merasa puas dan sebaliknya bila gagal akan menimbulkan masalah bagi diri sendiri maupun bagi lingkungannya.
Individu yang berpegang pada prinsipnya saat bertingkah laku, maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu tersebut dalam masyarakat merupakan kepuasan pemenuhan dari kepentingan tersebut. Oleh karena itu, individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang yang sama persis dalam aspek-aspek pribadinya, baik jasmani maupun rohaninya. Dengan itu, maka akan muncul perbedaan kepentingan pada setiap individu, seperti:
1)    Kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang.
2)   Kepentingan individu untuk memperoleh harga diri.
3)   Kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama.
4)   Kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi.
5)   Kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain.
6)   Kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan didalam kelomponya.
7)   Kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri.
8)   Kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri.

Prasangka, Diskriminasi dan Ethnosentrisme

Prasangka dan Diskriminasi
Prasangka dan Diskriminasi dapat merugikan pertumbuh-kembangan dan bahkan integrasi masyarakat. Prasangka mempunyai dasar pribadi, dimana setiap orang memilikinya. Melalui proses belajar dan semakin dewasanya manusia, membuat sikap cenderung membeda-bedakan dan sikap tersebut menjurus kepada prasangka. Apabila individu mempunyai prasangka dan biasanya bersifat diskriminatif terhadap ras yang diprasangka. Jika prasangka disertai dengan agresivitas dan rasa permusuhan, biasanya orang yang bersangkutan mencoba mendiskiminasikan pihak-pihak lain yang belum tentu salah, dan akhirnya dibarengi dengan sifat Justifikasi diri, yaitu pembenaran diri terhadap semua tingkah laku diri.

Ethnosentrisme
Yaitu anggapan suatu bangsa/ras yang cenderung menganggap kebudayaan mereka sebagai suatu yang prima, riil, logis, sesuai dengan kodrat alam dan beranggapan bahwa bangsa/ras lain kurang baik dimata mereka. Ethnosentrisme merupakan gejala sosial yang universal.

Sebab-sebab adanya Prasangka dan Diskriminasi
1)    Berlatar belakang sejarah. Orang-orang kulit putih di Amerika Serikat berprasangka negatif terhadap orang-orang Negro, berlatar belakang pada sejarah masa lampau, bahwa orang-orang kulit putih sebagai tuan dan orang-orang Negro berstatus sebagai budak.
2)   Dilatar-belakangi oleh perkembangan sosio-kultural dan situasional. Harta kekayaan orang-orang kaya baru, diprasangkai bahwa harta-harta itu didapat dari usaha-usaha yang tidak halal. Antara lain dari usaha korupsi dan penyalahgunaan wewenang sebagai pejabat dan lain sebagainya.
3)   Bersumber dari faktor kepribadian.
4)   Berlatar belakang perbedaan keyakinan, kepercayaan dan agama.

Perbedaan Prasangka dan diskriminasi
Perbedaan Prasangka dan Diskriminasi,  prasangka adalah sifat negative terhadap sesuatu. Dalam kondisi prasangka untuk menggapai akumulasi materi tertentu atau untuk status sosial bagi suatu individu atau suatu. Seorang yang berprasangka rasial biasanya bertindak diskriminasi terhadap rasa yang diprasangka.

Usaha-Usaha Mengurangi atau Menghilangkan Prasangka dan Diskriminasi

  1. Perbaikan kondisi sosial ekonomi.
  2. Perluasan kesempatan belajar.
  3. Sikap terbuka dan sikap lapang.
Pertentangan-pertentangan sosial/ketegangan dalam masyarakat

Mengandung pengertian tingkah laku yang lebih luas daripada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Mengandung tiga taraf :
1.     Pada taraf yang terdapat didalam diri seseorang.
2.    Pada taraf yang terdapat pada suatu kelompok.
3.    Pada taraf yang terdapat pada suatu masyarakat.
Adapun cara pemecahan konflik tersebut adalah sebagai berikut :
·         Elimination, yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.
·         Subjunction atau Domination, yaitu pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa pihak lain untuk mengalah dan menaatinya.
·         Majority rule, yaitu suara terbanyak yang ditentukan dengan voting.
·         Minority consent, artinya kelompok mayoritas yang menang.
·         Compromise, artinya semua subkelompok yang terlibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah.
·        Integration artinya pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangan, dan ditelaah.

Golongan-golongan Yang Berbeda dan Integrasi Sosial

a)   Masyarakat Majemuk dan National Indonesia terdiri dari :
Masyarakat Indonesia digolongkan sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan golongan sosial yang dipersatukan oleh kesatuan nasional yang berwujudkan Negara Indonesia.
Aspek-aspek dari kemasyarakatan:
1.     Suku bangsa dan kebudayaannya.
2.    Agama
3.    Bahasa
4.    Nasional Indonesia.

b)  Integritas
variabel-variabel yang dapat menghamabat dalam integritas adalah :
1.     Klaim/tuntutan penguasaan atas wilayah-wilayah yang dianggap sebagai miliknya.
2.    Isu asli tidak asli, berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi.
3.    Agama, sentimen agama dapat digerakkan untuk mempertajam perbedaan kesukuan.
4.    Prasangka yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseorang anggota golongan.

c)   Integrasi Sosial 
Integrasi Sosial adalah merupakan proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat menjadi satu kesatuan. Unsur yang berbeda tersebut meliputi perbedaan kedudukan sosial,ras, etnik, agama, bahasa, nilai, dan norma.

Sumber :









Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

Diposting oleh rizkaicha28 di 06.06 0 komentar
Perbedaan Kepentingan

Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku dari individu. Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan ini bersifat esensial bagi kelangsungan kehidupan individu itu sendiri. Jika individu berhasil memenuhi kepentingannya, maka mereka akan merasa puas dan sebaliknya bila gagal akan menimbulkan masalah bagi diri sendiri maupun bagi lingkungannya.
Individu yang berpegang pada prinsipnya saat bertingkah laku, maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu tersebut dalam masyarakat merupakan kepuasan pemenuhan dari kepentingan tersebut. Oleh karena itu, individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang yang sama persis dalam aspek-aspek pribadinya, baik jasmani maupun rohaninya. Dengan itu, maka akan muncul perbedaan kepentingan pada setiap individu, seperti:
1)    Kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang.
2)   Kepentingan individu untuk memperoleh harga diri.
3)   Kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama.
4)   Kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi.
5)   Kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain.
6)   Kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan didalam kelomponya.
7)   Kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri.
8)   Kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri.

Prasangka, Diskriminasi dan Ethnosentrisme

Prasangka dan Diskriminasi

Prasangka dan Diskriminasi dapat merugikan pertumbuh-kembangan dan bahkan integrasi masyarakat. Prasangka mempunyai dasar pribadi, dimana setiap orang memilikinya. Melalui proses belajar dan semakin dewasanya manusia, membuat sikap cenderung membeda-bedakan dan sikap tersebut menjurus kepada prasangka. Apabila individu mempunyai prasangka dan biasanya bersifat diskriminatif terhadap ras yang diprasangka. Jika prasangka disertai dengan agresivitas dan rasa permusuhan, biasanya orang yang bersangkutan mencoba mendiskiminasikan pihak-pihak lain yang belum tentu salah, dan akhirnya dibarengi dengan sifat Justifikasi diri, yaitu pembenaran diri terhadap semua tingkah laku diri.

Ethnosentrisme

Yaitu anggapan suatu bangsa/ras yang cenderung menganggap kebudayaan mereka sebagai suatu yang prima, riil, logis, sesuai dengan kodrat alam dan beranggapan bahwa bangsa/ras lain kurang baik dimata mereka. Ethnosentrisme merupakan gejala sosial yang universal.

Sebab-sebab adanya Prasangka dan Diskriminasi

1)    Berlatar belakang sejarah. Orang-orang kulit putih di Amerika Serikat berprasangka negatif terhadap orang-orang Negro, berlatar belakang pada sejarah masa lampau, bahwa orang-orang kulit putih sebagai tuan dan orang-orang Negro berstatus sebagai budak.
2)   Dilatar-belakangi oleh perkembangan sosio-kultural dan situasional. Harta kekayaan orang-orang kaya baru, diprasangkai bahwa harta-harta itu didapat dari usaha-usaha yang tidak halal. Antara lain dari usaha korupsi dan penyalahgunaan wewenang sebagai pejabat dan lain sebagainya.
3)   Bersumber dari faktor kepribadian.
4)   Berlatar belakang perbedaan keyakinan, kepercayaan dan agama.

Perbedaan Prasangka dan diskriminasi

Perbedaan Prasangka dan Diskriminasi,  prasangka adalah sifat negative terhadap sesuatu. Dalam kondisi prasangka untuk menggapai akumulasi materi tertentu atau untuk status sosial bagi suatu individu atau suatu. Seorang yang berprasangka rasial biasanya bertindak diskriminasi terhadap rasa yang diprasangka.

Usaha-Usaha Mengurangi atau Menghilangkan Prasangka dan Diskriminasi

  1. Perbaikan kondisi sosial ekonomi.
  2. Perluasan kesempatan belajar.
  3. Sikap terbuka dan sikap lapang.
Pertentangan-pertentangan sosial/ketegangan dalam masyarakat

Mengandung pengertian tingkah laku yang lebih luas daripada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Mengandung tiga taraf :
1.     Pada taraf yang terdapat didalam diri seseorang.
2.    Pada taraf yang terdapat pada suatu kelompok.
3.    Pada taraf yang terdapat pada suatu masyarakat.
Adapun cara pemecahan konflik tersebut adalah sebagai berikut :
·         Elimination, yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.
·         Subjunction atau Domination, yaitu pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa pihak lain untuk mengalah dan menaatinya.
·         Majority rule, yaitu suara terbanyak yang ditentukan dengan voting.
·         Minority consent, artinya kelompok mayoritas yang menang.
·         Compromise, artinya semua subkelompok yang terlibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah.
·        Integration artinya pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangan, dan ditelaah.

Golongan-golongan Yang Berbeda dan Integrasi Sosial

a)   Masyarakat Majemuk dan National Indonesia terdiri dari :
Masyarakat Indonesia digolongkan sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan golongan sosial yang dipersatukan oleh kesatuan nasional yang berwujudkan Negara Indonesia.
Aspek-aspek dari kemasyarakatan:
1.     Suku bangsa dan kebudayaannya.
2.    Agama
3.    Bahasa
4.    Nasional Indonesia.

b)  Integritas
variabel-variabel yang dapat menghamabat dalam integritas adalah :
1.     Klaim/tuntutan penguasaan atas wilayah-wilayah yang dianggap sebagai miliknya.
2.    Isu asli tidak asli, berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi.
3.    Agama, sentimen agama dapat digerakkan untuk mempertajam perbedaan kesukuan.
4.    Prasangka yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseorang anggota golongan.

c)   Integrasi Sosial 
Integrasi Sosial adalah merupakan proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat menjadi satu kesatuan. Unsur yang berbeda tersebut meliputi perbedaan kedudukan sosial,ras, etnik, agama, bahasa, nilai, dan norma.

Sumber :









Selasa, 30 Oktober 2012

Pemuda dan Sosialisasi

Diposting oleh rizkaicha28 di 07.17 0 komentar

Pengertian Pemuda
Pemuda adalah generasi muda yang terbebani bermacam-macam harapan untuk menjadi penerus cita-cita perjuangan bangsa dan negara yang merupakan sumber insani bagi pembangunan bangsanya.

Pengertian Sosialisasi
Sosialisasi adalah sebuah proses seumur hidup bagaimana seorang individu mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang meliputi cara-cara hidup, nilai-nilai, dan norma-norma social yang terdapat dalam masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakatnya.

Pengertian Sosialisasi menurut para ahli :

1.     Charlotte Buhler
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu-individu belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup, dan berpikir kelompoknya agar ia dapat berperan dan berfungsi dengan kelompoknya.
2.    Peter Berger
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.
3.    Paul B. Horton
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.
4.    Soerjono Soekanto
Sosialisasi adalah proses mengkomunikasikan kebudayaan kepada warga masyarakat yang baru.

Media Sosialisasi :
a)    Orang tua dan keluarga
b)   Sekolah
c)    Masyarakat
d)   Teman bermain
e)   Media Massa.

Tujuan pokok sosialisasi :
  1. Memberikan keterampilan kepada seseorang untuk dapat hidup bermasyarakat.
  2. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif.
  3. Membantu mengendalikan fungsi-fungsi organic yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
  4. Membiasakan diri berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada di masyarakat.
Proses Sosialisasi
George Hubert Mead menyatakan bahwa sosialisasi dapat dibedakan melalui tahapan-tahapan sebagai berikut :
a)    Tahap persiapan (preparatory stage)
Tahap ini dialami sejak manusia dilahirkan .
b)   Tahap meniru (play stage)
Tahap ini ditandai seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa.
c)    Tahap siap bertindak (game stage)
 Pada tahap peniruan yang dilakukan mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang secara langusng dimainkan sendiri dengan penuh kesabaran
d)   Tahap penerimaan norma kolektif (generalized stage)
Pada tahap ini seseorang telah dianggap dewasa dan telah menjadi warga masyarakat sepenuhnya.

Pengertian Warganegara
Warganegara adalah orang-orang yang menjadi bagian dari suatu penduduk yang menjadi unsur Negara. Semua warga negara memiliki kepastian hak, privasi, dan tanggung jawab.

Pengertian Negara
Negara adalah Negara merupakan alat (agency) atau wewenang (authory) yagn mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama atas nama masyarakat.

Pengertian Negara menurut para ahli :
1)    George Jellinek : Negara adalah organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang mendiami wilayah tertentu.
2)   G.W.F Hegel : Negara adalah organisasi kesusilaan yang muncul sebagai sintesis dari kemerdekaan individual dan kemerdekaan universal.
3)   Logeman : Negara adalah organisasi kemasyarakatan (ikatan kerja) yang mempunyai tujuan untuk mengatur dan memelihara masyarakat tertentu dengan kekuasaannya.
4)   Karl Marx : Negara adalah alat kelas yang berkuasa (kaum borjuis/kapitalis) untuk menindas atau mengeksploitasi kelas yang lain (ploretariat/buruh).

Sifat Negara :
  1. Sifat memaksa : Negara mempunyai kekuasaan untuk menggunakan kekerasan fisik secara legal agar tercapai ketertiban dalam masyarakat dan mencegah timbulnya anarkhi.
  2. Sifat monopoli : Negara mempunyai hak kuasa tunggal dan menetapkan tujuan bersama dari masyarakat
  3. Sifat mencakup semua : semua peraturan perundangan mengenai semua orang tanpa terkecuali.
Bentuk Negara :
  1. Negara kesatuan (unitarisem) : Suatu Negara yang merdeka dan berdaulat.
  2. Negara serikat ( federasi) : Negara yang terjadi dari penggabungan beberapa Negara yang semua berdiri sendiri sebagai Negara yang merdeka, berdaulat, kedalam suatu ikatan kerjasa yang efektif untuk melaksanakan urusan secara bersama.
Bentuk kenegaraan yang kita kenal :
  1. Negara dominion
  2. Negara uni
  3. Negara protectoral
Unsur-unusr Negara :
  1. harus ada wilayahnya
  2. harus ada rakyatnya
  3. harus ada pemerintahnya
  4. harus ada tujuannya
  5. harus ada kedaulatan
Tujuan Negara :
  1. Perluasan kekuasaan semata
  2. Perluasan kekuasaan untuk mencapai tujuan lain
  3. Penyelenggaraan ketertiban umum
  4. Penyelenggaraan kesejahteraan Umum
Pengertian Pelapisan Sosial
Pelapisan sosial adalah perbedaan tinggi dan rendahnya suatu kedudukan  seseorang dalam kelompoknya, bila dibandingkan dengan posisi seseorang maupun kelompok lainnya. Menurut para ahli :
·         P.J. Bouman, pelapisan sosial adalah golongan manusia yang di tandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu.
·         Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, pelapisan social adalah gejala yang umum dalam suatu masyarakat dimanapun dan kapanpun pasti selalu ada.
·         Pitirim A. Sorokin, Pelapisan sosial atau di sebut juga Stratifikasi sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atau hierarkis.

Teori tentang Pelapisan Sosial
Pelapisan masyarakat dibagi menjadi beberapa kelas :
·         Kelas atas (upper class)
·         Kelas bawah (lower class)
·         Kelas menengah (middle class)
·         Kelas menengah ke bawah (lower middle class)

Beberapa teori tentang pelapisan masyarakat dicantumkan di sini :
1)    Aristoteles mengatakan bahwa di dalam tiap-tiap Negara terdapat tiga unsur, yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat sekali, dan mereka yang berada di tengah-tengahnya.
2)   Prof. Dr. Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi SH. MA. menyatakan bahwa selama di dalam masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai.
3)   Vilfredo Pareto menyatakan bahwa ada dua kelas yang senantiasa berbeda setiap waktu yaitu golongan Elite dan golongan Non Elite. Menurut dia pangkal dari pada perbedaan itu karena ada orang-orang yang memiliki kecakapan, watak, keahlian dan kapasitas yang berbeda-beda.
4)   Gaotano Mosoa dalam “The Ruling Class” menyatakan bahwa di dalam seluruh masyarakat dari masyarakat yang kurang berkembang, sampai kepada masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul ialah kelas pertama (jumlahnya selalu sedikit) dan kelas kedua (jumlahnya lebih banyak).
5)   Karl Mark menjelaskan terdapat dua macam di dalam setiap masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyainya dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di dalam proses produksi.

Pengertian Kesamaan Derajat
          Kesamaan Derajat adalah suatu sifat yang menghubungankan antara manusia dengan lingkungan masyarakat umumnya timbal balik, maksudnya orang sebagai anggota masyarakat memiliki hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan Negara.

Sumber :

Minggu, 30 Desember 2012

Pertentangan-Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat

Diposting oleh rizkaicha28 di 06.08 0 komentar

Perbedaan Kepentingan

Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku dari individu. Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan ini bersifat esensial bagi kelangsungan kehidupan individu itu sendiri. Jika individu berhasil memenuhi kepentingannya, maka mereka akan merasa puas dan sebaliknya bila gagal akan menimbulkan masalah bagi diri sendiri maupun bagi lingkungannya.
Individu yang berpegang pada prinsipnya saat bertingkah laku, maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu tersebut dalam masyarakat merupakan kepuasan pemenuhan dari kepentingan tersebut. Oleh karena itu, individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang yang sama persis dalam aspek-aspek pribadinya, baik jasmani maupun rohaninya. Dengan itu, maka akan muncul perbedaan kepentingan pada setiap individu, seperti:
1)    Kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang.
2)   Kepentingan individu untuk memperoleh harga diri.
3)   Kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama.
4)   Kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi.
5)   Kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain.
6)   Kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan didalam kelomponya.
7)   Kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri.
8)   Kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri.

Prasangka, Diskriminasi dan Ethnosentrisme

Prasangka dan Diskriminasi
Prasangka dan Diskriminasi dapat merugikan pertumbuh-kembangan dan bahkan integrasi masyarakat. Prasangka mempunyai dasar pribadi, dimana setiap orang memilikinya. Melalui proses belajar dan semakin dewasanya manusia, membuat sikap cenderung membeda-bedakan dan sikap tersebut menjurus kepada prasangka. Apabila individu mempunyai prasangka dan biasanya bersifat diskriminatif terhadap ras yang diprasangka. Jika prasangka disertai dengan agresivitas dan rasa permusuhan, biasanya orang yang bersangkutan mencoba mendiskiminasikan pihak-pihak lain yang belum tentu salah, dan akhirnya dibarengi dengan sifat Justifikasi diri, yaitu pembenaran diri terhadap semua tingkah laku diri.

Ethnosentrisme
Yaitu anggapan suatu bangsa/ras yang cenderung menganggap kebudayaan mereka sebagai suatu yang prima, riil, logis, sesuai dengan kodrat alam dan beranggapan bahwa bangsa/ras lain kurang baik dimata mereka. Ethnosentrisme merupakan gejala sosial yang universal.

Sebab-sebab adanya Prasangka dan Diskriminasi
1)    Berlatar belakang sejarah. Orang-orang kulit putih di Amerika Serikat berprasangka negatif terhadap orang-orang Negro, berlatar belakang pada sejarah masa lampau, bahwa orang-orang kulit putih sebagai tuan dan orang-orang Negro berstatus sebagai budak.
2)   Dilatar-belakangi oleh perkembangan sosio-kultural dan situasional. Harta kekayaan orang-orang kaya baru, diprasangkai bahwa harta-harta itu didapat dari usaha-usaha yang tidak halal. Antara lain dari usaha korupsi dan penyalahgunaan wewenang sebagai pejabat dan lain sebagainya.
3)   Bersumber dari faktor kepribadian.
4)   Berlatar belakang perbedaan keyakinan, kepercayaan dan agama.

Perbedaan Prasangka dan diskriminasi
Perbedaan Prasangka dan Diskriminasi,  prasangka adalah sifat negative terhadap sesuatu. Dalam kondisi prasangka untuk menggapai akumulasi materi tertentu atau untuk status sosial bagi suatu individu atau suatu. Seorang yang berprasangka rasial biasanya bertindak diskriminasi terhadap rasa yang diprasangka.

Usaha-Usaha Mengurangi atau Menghilangkan Prasangka dan Diskriminasi

  1. Perbaikan kondisi sosial ekonomi.
  2. Perluasan kesempatan belajar.
  3. Sikap terbuka dan sikap lapang.
Pertentangan-pertentangan sosial/ketegangan dalam masyarakat

Mengandung pengertian tingkah laku yang lebih luas daripada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Mengandung tiga taraf :
1.     Pada taraf yang terdapat didalam diri seseorang.
2.    Pada taraf yang terdapat pada suatu kelompok.
3.    Pada taraf yang terdapat pada suatu masyarakat.
Adapun cara pemecahan konflik tersebut adalah sebagai berikut :
·         Elimination, yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.
·         Subjunction atau Domination, yaitu pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa pihak lain untuk mengalah dan menaatinya.
·         Majority rule, yaitu suara terbanyak yang ditentukan dengan voting.
·         Minority consent, artinya kelompok mayoritas yang menang.
·         Compromise, artinya semua subkelompok yang terlibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah.
·        Integration artinya pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangan, dan ditelaah.

Golongan-golongan Yang Berbeda dan Integrasi Sosial

a)   Masyarakat Majemuk dan National Indonesia terdiri dari :
Masyarakat Indonesia digolongkan sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan golongan sosial yang dipersatukan oleh kesatuan nasional yang berwujudkan Negara Indonesia.
Aspek-aspek dari kemasyarakatan:
1.     Suku bangsa dan kebudayaannya.
2.    Agama
3.    Bahasa
4.    Nasional Indonesia.

b)  Integritas
variabel-variabel yang dapat menghamabat dalam integritas adalah :
1.     Klaim/tuntutan penguasaan atas wilayah-wilayah yang dianggap sebagai miliknya.
2.    Isu asli tidak asli, berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi.
3.    Agama, sentimen agama dapat digerakkan untuk mempertajam perbedaan kesukuan.
4.    Prasangka yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseorang anggota golongan.

c)   Integrasi Sosial 
Integrasi Sosial adalah merupakan proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat menjadi satu kesatuan. Unsur yang berbeda tersebut meliputi perbedaan kedudukan sosial,ras, etnik, agama, bahasa, nilai, dan norma.

Sumber :









Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

Diposting oleh rizkaicha28 di 06.06 0 komentar
Perbedaan Kepentingan

Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku dari individu. Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan ini bersifat esensial bagi kelangsungan kehidupan individu itu sendiri. Jika individu berhasil memenuhi kepentingannya, maka mereka akan merasa puas dan sebaliknya bila gagal akan menimbulkan masalah bagi diri sendiri maupun bagi lingkungannya.
Individu yang berpegang pada prinsipnya saat bertingkah laku, maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu tersebut dalam masyarakat merupakan kepuasan pemenuhan dari kepentingan tersebut. Oleh karena itu, individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang yang sama persis dalam aspek-aspek pribadinya, baik jasmani maupun rohaninya. Dengan itu, maka akan muncul perbedaan kepentingan pada setiap individu, seperti:
1)    Kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang.
2)   Kepentingan individu untuk memperoleh harga diri.
3)   Kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama.
4)   Kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi.
5)   Kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain.
6)   Kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan didalam kelomponya.
7)   Kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri.
8)   Kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri.

Prasangka, Diskriminasi dan Ethnosentrisme

Prasangka dan Diskriminasi

Prasangka dan Diskriminasi dapat merugikan pertumbuh-kembangan dan bahkan integrasi masyarakat. Prasangka mempunyai dasar pribadi, dimana setiap orang memilikinya. Melalui proses belajar dan semakin dewasanya manusia, membuat sikap cenderung membeda-bedakan dan sikap tersebut menjurus kepada prasangka. Apabila individu mempunyai prasangka dan biasanya bersifat diskriminatif terhadap ras yang diprasangka. Jika prasangka disertai dengan agresivitas dan rasa permusuhan, biasanya orang yang bersangkutan mencoba mendiskiminasikan pihak-pihak lain yang belum tentu salah, dan akhirnya dibarengi dengan sifat Justifikasi diri, yaitu pembenaran diri terhadap semua tingkah laku diri.

Ethnosentrisme

Yaitu anggapan suatu bangsa/ras yang cenderung menganggap kebudayaan mereka sebagai suatu yang prima, riil, logis, sesuai dengan kodrat alam dan beranggapan bahwa bangsa/ras lain kurang baik dimata mereka. Ethnosentrisme merupakan gejala sosial yang universal.

Sebab-sebab adanya Prasangka dan Diskriminasi

1)    Berlatar belakang sejarah. Orang-orang kulit putih di Amerika Serikat berprasangka negatif terhadap orang-orang Negro, berlatar belakang pada sejarah masa lampau, bahwa orang-orang kulit putih sebagai tuan dan orang-orang Negro berstatus sebagai budak.
2)   Dilatar-belakangi oleh perkembangan sosio-kultural dan situasional. Harta kekayaan orang-orang kaya baru, diprasangkai bahwa harta-harta itu didapat dari usaha-usaha yang tidak halal. Antara lain dari usaha korupsi dan penyalahgunaan wewenang sebagai pejabat dan lain sebagainya.
3)   Bersumber dari faktor kepribadian.
4)   Berlatar belakang perbedaan keyakinan, kepercayaan dan agama.

Perbedaan Prasangka dan diskriminasi

Perbedaan Prasangka dan Diskriminasi,  prasangka adalah sifat negative terhadap sesuatu. Dalam kondisi prasangka untuk menggapai akumulasi materi tertentu atau untuk status sosial bagi suatu individu atau suatu. Seorang yang berprasangka rasial biasanya bertindak diskriminasi terhadap rasa yang diprasangka.

Usaha-Usaha Mengurangi atau Menghilangkan Prasangka dan Diskriminasi

  1. Perbaikan kondisi sosial ekonomi.
  2. Perluasan kesempatan belajar.
  3. Sikap terbuka dan sikap lapang.
Pertentangan-pertentangan sosial/ketegangan dalam masyarakat

Mengandung pengertian tingkah laku yang lebih luas daripada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Mengandung tiga taraf :
1.     Pada taraf yang terdapat didalam diri seseorang.
2.    Pada taraf yang terdapat pada suatu kelompok.
3.    Pada taraf yang terdapat pada suatu masyarakat.
Adapun cara pemecahan konflik tersebut adalah sebagai berikut :
·         Elimination, yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.
·         Subjunction atau Domination, yaitu pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa pihak lain untuk mengalah dan menaatinya.
·         Majority rule, yaitu suara terbanyak yang ditentukan dengan voting.
·         Minority consent, artinya kelompok mayoritas yang menang.
·         Compromise, artinya semua subkelompok yang terlibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah.
·        Integration artinya pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangan, dan ditelaah.

Golongan-golongan Yang Berbeda dan Integrasi Sosial

a)   Masyarakat Majemuk dan National Indonesia terdiri dari :
Masyarakat Indonesia digolongkan sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan golongan sosial yang dipersatukan oleh kesatuan nasional yang berwujudkan Negara Indonesia.
Aspek-aspek dari kemasyarakatan:
1.     Suku bangsa dan kebudayaannya.
2.    Agama
3.    Bahasa
4.    Nasional Indonesia.

b)  Integritas
variabel-variabel yang dapat menghamabat dalam integritas adalah :
1.     Klaim/tuntutan penguasaan atas wilayah-wilayah yang dianggap sebagai miliknya.
2.    Isu asli tidak asli, berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi.
3.    Agama, sentimen agama dapat digerakkan untuk mempertajam perbedaan kesukuan.
4.    Prasangka yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseorang anggota golongan.

c)   Integrasi Sosial 
Integrasi Sosial adalah merupakan proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat menjadi satu kesatuan. Unsur yang berbeda tersebut meliputi perbedaan kedudukan sosial,ras, etnik, agama, bahasa, nilai, dan norma.

Sumber :









Selasa, 30 Oktober 2012

Pemuda dan Sosialisasi

Diposting oleh rizkaicha28 di 07.17 0 komentar

Pengertian Pemuda
Pemuda adalah generasi muda yang terbebani bermacam-macam harapan untuk menjadi penerus cita-cita perjuangan bangsa dan negara yang merupakan sumber insani bagi pembangunan bangsanya.

Pengertian Sosialisasi
Sosialisasi adalah sebuah proses seumur hidup bagaimana seorang individu mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang meliputi cara-cara hidup, nilai-nilai, dan norma-norma social yang terdapat dalam masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakatnya.

Pengertian Sosialisasi menurut para ahli :

1.     Charlotte Buhler
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu-individu belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup, dan berpikir kelompoknya agar ia dapat berperan dan berfungsi dengan kelompoknya.
2.    Peter Berger
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.
3.    Paul B. Horton
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.
4.    Soerjono Soekanto
Sosialisasi adalah proses mengkomunikasikan kebudayaan kepada warga masyarakat yang baru.

Media Sosialisasi :
a)    Orang tua dan keluarga
b)   Sekolah
c)    Masyarakat
d)   Teman bermain
e)   Media Massa.

Tujuan pokok sosialisasi :
  1. Memberikan keterampilan kepada seseorang untuk dapat hidup bermasyarakat.
  2. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif.
  3. Membantu mengendalikan fungsi-fungsi organic yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
  4. Membiasakan diri berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada di masyarakat.
Proses Sosialisasi
George Hubert Mead menyatakan bahwa sosialisasi dapat dibedakan melalui tahapan-tahapan sebagai berikut :
a)    Tahap persiapan (preparatory stage)
Tahap ini dialami sejak manusia dilahirkan .
b)   Tahap meniru (play stage)
Tahap ini ditandai seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa.
c)    Tahap siap bertindak (game stage)
 Pada tahap peniruan yang dilakukan mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang secara langusng dimainkan sendiri dengan penuh kesabaran
d)   Tahap penerimaan norma kolektif (generalized stage)
Pada tahap ini seseorang telah dianggap dewasa dan telah menjadi warga masyarakat sepenuhnya.

Pengertian Warganegara
Warganegara adalah orang-orang yang menjadi bagian dari suatu penduduk yang menjadi unsur Negara. Semua warga negara memiliki kepastian hak, privasi, dan tanggung jawab.

Pengertian Negara
Negara adalah Negara merupakan alat (agency) atau wewenang (authory) yagn mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama atas nama masyarakat.

Pengertian Negara menurut para ahli :
1)    George Jellinek : Negara adalah organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang mendiami wilayah tertentu.
2)   G.W.F Hegel : Negara adalah organisasi kesusilaan yang muncul sebagai sintesis dari kemerdekaan individual dan kemerdekaan universal.
3)   Logeman : Negara adalah organisasi kemasyarakatan (ikatan kerja) yang mempunyai tujuan untuk mengatur dan memelihara masyarakat tertentu dengan kekuasaannya.
4)   Karl Marx : Negara adalah alat kelas yang berkuasa (kaum borjuis/kapitalis) untuk menindas atau mengeksploitasi kelas yang lain (ploretariat/buruh).

Sifat Negara :
  1. Sifat memaksa : Negara mempunyai kekuasaan untuk menggunakan kekerasan fisik secara legal agar tercapai ketertiban dalam masyarakat dan mencegah timbulnya anarkhi.
  2. Sifat monopoli : Negara mempunyai hak kuasa tunggal dan menetapkan tujuan bersama dari masyarakat
  3. Sifat mencakup semua : semua peraturan perundangan mengenai semua orang tanpa terkecuali.
Bentuk Negara :
  1. Negara kesatuan (unitarisem) : Suatu Negara yang merdeka dan berdaulat.
  2. Negara serikat ( federasi) : Negara yang terjadi dari penggabungan beberapa Negara yang semua berdiri sendiri sebagai Negara yang merdeka, berdaulat, kedalam suatu ikatan kerjasa yang efektif untuk melaksanakan urusan secara bersama.
Bentuk kenegaraan yang kita kenal :
  1. Negara dominion
  2. Negara uni
  3. Negara protectoral
Unsur-unusr Negara :
  1. harus ada wilayahnya
  2. harus ada rakyatnya
  3. harus ada pemerintahnya
  4. harus ada tujuannya
  5. harus ada kedaulatan
Tujuan Negara :
  1. Perluasan kekuasaan semata
  2. Perluasan kekuasaan untuk mencapai tujuan lain
  3. Penyelenggaraan ketertiban umum
  4. Penyelenggaraan kesejahteraan Umum
Pengertian Pelapisan Sosial
Pelapisan sosial adalah perbedaan tinggi dan rendahnya suatu kedudukan  seseorang dalam kelompoknya, bila dibandingkan dengan posisi seseorang maupun kelompok lainnya. Menurut para ahli :
·         P.J. Bouman, pelapisan sosial adalah golongan manusia yang di tandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu.
·         Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, pelapisan social adalah gejala yang umum dalam suatu masyarakat dimanapun dan kapanpun pasti selalu ada.
·         Pitirim A. Sorokin, Pelapisan sosial atau di sebut juga Stratifikasi sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atau hierarkis.

Teori tentang Pelapisan Sosial
Pelapisan masyarakat dibagi menjadi beberapa kelas :
·         Kelas atas (upper class)
·         Kelas bawah (lower class)
·         Kelas menengah (middle class)
·         Kelas menengah ke bawah (lower middle class)

Beberapa teori tentang pelapisan masyarakat dicantumkan di sini :
1)    Aristoteles mengatakan bahwa di dalam tiap-tiap Negara terdapat tiga unsur, yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat sekali, dan mereka yang berada di tengah-tengahnya.
2)   Prof. Dr. Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi SH. MA. menyatakan bahwa selama di dalam masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai.
3)   Vilfredo Pareto menyatakan bahwa ada dua kelas yang senantiasa berbeda setiap waktu yaitu golongan Elite dan golongan Non Elite. Menurut dia pangkal dari pada perbedaan itu karena ada orang-orang yang memiliki kecakapan, watak, keahlian dan kapasitas yang berbeda-beda.
4)   Gaotano Mosoa dalam “The Ruling Class” menyatakan bahwa di dalam seluruh masyarakat dari masyarakat yang kurang berkembang, sampai kepada masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul ialah kelas pertama (jumlahnya selalu sedikit) dan kelas kedua (jumlahnya lebih banyak).
5)   Karl Mark menjelaskan terdapat dua macam di dalam setiap masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyainya dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di dalam proses produksi.

Pengertian Kesamaan Derajat
          Kesamaan Derajat adalah suatu sifat yang menghubungankan antara manusia dengan lingkungan masyarakat umumnya timbal balik, maksudnya orang sebagai anggota masyarakat memiliki hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan Negara.

Sumber :
 

Rizka Setiowati Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos