Minggu, 30 Desember 2012

Pertentangan-Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat

Diposting oleh rizkaicha28 di 06.08 0 komentar

Perbedaan Kepentingan

Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku dari individu. Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan ini bersifat esensial bagi kelangsungan kehidupan individu itu sendiri. Jika individu berhasil memenuhi kepentingannya, maka mereka akan merasa puas dan sebaliknya bila gagal akan menimbulkan masalah bagi diri sendiri maupun bagi lingkungannya.
Individu yang berpegang pada prinsipnya saat bertingkah laku, maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu tersebut dalam masyarakat merupakan kepuasan pemenuhan dari kepentingan tersebut. Oleh karena itu, individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang yang sama persis dalam aspek-aspek pribadinya, baik jasmani maupun rohaninya. Dengan itu, maka akan muncul perbedaan kepentingan pada setiap individu, seperti:
1)    Kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang.
2)   Kepentingan individu untuk memperoleh harga diri.
3)   Kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama.
4)   Kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi.
5)   Kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain.
6)   Kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan didalam kelomponya.
7)   Kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri.
8)   Kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri.

Prasangka, Diskriminasi dan Ethnosentrisme

Prasangka dan Diskriminasi
Prasangka dan Diskriminasi dapat merugikan pertumbuh-kembangan dan bahkan integrasi masyarakat. Prasangka mempunyai dasar pribadi, dimana setiap orang memilikinya. Melalui proses belajar dan semakin dewasanya manusia, membuat sikap cenderung membeda-bedakan dan sikap tersebut menjurus kepada prasangka. Apabila individu mempunyai prasangka dan biasanya bersifat diskriminatif terhadap ras yang diprasangka. Jika prasangka disertai dengan agresivitas dan rasa permusuhan, biasanya orang yang bersangkutan mencoba mendiskiminasikan pihak-pihak lain yang belum tentu salah, dan akhirnya dibarengi dengan sifat Justifikasi diri, yaitu pembenaran diri terhadap semua tingkah laku diri.

Ethnosentrisme
Yaitu anggapan suatu bangsa/ras yang cenderung menganggap kebudayaan mereka sebagai suatu yang prima, riil, logis, sesuai dengan kodrat alam dan beranggapan bahwa bangsa/ras lain kurang baik dimata mereka. Ethnosentrisme merupakan gejala sosial yang universal.

Sebab-sebab adanya Prasangka dan Diskriminasi
1)    Berlatar belakang sejarah. Orang-orang kulit putih di Amerika Serikat berprasangka negatif terhadap orang-orang Negro, berlatar belakang pada sejarah masa lampau, bahwa orang-orang kulit putih sebagai tuan dan orang-orang Negro berstatus sebagai budak.
2)   Dilatar-belakangi oleh perkembangan sosio-kultural dan situasional. Harta kekayaan orang-orang kaya baru, diprasangkai bahwa harta-harta itu didapat dari usaha-usaha yang tidak halal. Antara lain dari usaha korupsi dan penyalahgunaan wewenang sebagai pejabat dan lain sebagainya.
3)   Bersumber dari faktor kepribadian.
4)   Berlatar belakang perbedaan keyakinan, kepercayaan dan agama.

Perbedaan Prasangka dan diskriminasi
Perbedaan Prasangka dan Diskriminasi,  prasangka adalah sifat negative terhadap sesuatu. Dalam kondisi prasangka untuk menggapai akumulasi materi tertentu atau untuk status sosial bagi suatu individu atau suatu. Seorang yang berprasangka rasial biasanya bertindak diskriminasi terhadap rasa yang diprasangka.

Usaha-Usaha Mengurangi atau Menghilangkan Prasangka dan Diskriminasi

  1. Perbaikan kondisi sosial ekonomi.
  2. Perluasan kesempatan belajar.
  3. Sikap terbuka dan sikap lapang.
Pertentangan-pertentangan sosial/ketegangan dalam masyarakat

Mengandung pengertian tingkah laku yang lebih luas daripada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Mengandung tiga taraf :
1.     Pada taraf yang terdapat didalam diri seseorang.
2.    Pada taraf yang terdapat pada suatu kelompok.
3.    Pada taraf yang terdapat pada suatu masyarakat.
Adapun cara pemecahan konflik tersebut adalah sebagai berikut :
·         Elimination, yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.
·         Subjunction atau Domination, yaitu pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa pihak lain untuk mengalah dan menaatinya.
·         Majority rule, yaitu suara terbanyak yang ditentukan dengan voting.
·         Minority consent, artinya kelompok mayoritas yang menang.
·         Compromise, artinya semua subkelompok yang terlibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah.
·        Integration artinya pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangan, dan ditelaah.

Golongan-golongan Yang Berbeda dan Integrasi Sosial

a)   Masyarakat Majemuk dan National Indonesia terdiri dari :
Masyarakat Indonesia digolongkan sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan golongan sosial yang dipersatukan oleh kesatuan nasional yang berwujudkan Negara Indonesia.
Aspek-aspek dari kemasyarakatan:
1.     Suku bangsa dan kebudayaannya.
2.    Agama
3.    Bahasa
4.    Nasional Indonesia.

b)  Integritas
variabel-variabel yang dapat menghamabat dalam integritas adalah :
1.     Klaim/tuntutan penguasaan atas wilayah-wilayah yang dianggap sebagai miliknya.
2.    Isu asli tidak asli, berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi.
3.    Agama, sentimen agama dapat digerakkan untuk mempertajam perbedaan kesukuan.
4.    Prasangka yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseorang anggota golongan.

c)   Integrasi Sosial 
Integrasi Sosial adalah merupakan proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat menjadi satu kesatuan. Unsur yang berbeda tersebut meliputi perbedaan kedudukan sosial,ras, etnik, agama, bahasa, nilai, dan norma.

Sumber :









Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

Diposting oleh rizkaicha28 di 06.06 0 komentar
Perbedaan Kepentingan

Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku dari individu. Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan ini bersifat esensial bagi kelangsungan kehidupan individu itu sendiri. Jika individu berhasil memenuhi kepentingannya, maka mereka akan merasa puas dan sebaliknya bila gagal akan menimbulkan masalah bagi diri sendiri maupun bagi lingkungannya.
Individu yang berpegang pada prinsipnya saat bertingkah laku, maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu tersebut dalam masyarakat merupakan kepuasan pemenuhan dari kepentingan tersebut. Oleh karena itu, individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang yang sama persis dalam aspek-aspek pribadinya, baik jasmani maupun rohaninya. Dengan itu, maka akan muncul perbedaan kepentingan pada setiap individu, seperti:
1)    Kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang.
2)   Kepentingan individu untuk memperoleh harga diri.
3)   Kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama.
4)   Kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi.
5)   Kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain.
6)   Kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan didalam kelomponya.
7)   Kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri.
8)   Kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri.

Prasangka, Diskriminasi dan Ethnosentrisme

Prasangka dan Diskriminasi

Prasangka dan Diskriminasi dapat merugikan pertumbuh-kembangan dan bahkan integrasi masyarakat. Prasangka mempunyai dasar pribadi, dimana setiap orang memilikinya. Melalui proses belajar dan semakin dewasanya manusia, membuat sikap cenderung membeda-bedakan dan sikap tersebut menjurus kepada prasangka. Apabila individu mempunyai prasangka dan biasanya bersifat diskriminatif terhadap ras yang diprasangka. Jika prasangka disertai dengan agresivitas dan rasa permusuhan, biasanya orang yang bersangkutan mencoba mendiskiminasikan pihak-pihak lain yang belum tentu salah, dan akhirnya dibarengi dengan sifat Justifikasi diri, yaitu pembenaran diri terhadap semua tingkah laku diri.

Ethnosentrisme

Yaitu anggapan suatu bangsa/ras yang cenderung menganggap kebudayaan mereka sebagai suatu yang prima, riil, logis, sesuai dengan kodrat alam dan beranggapan bahwa bangsa/ras lain kurang baik dimata mereka. Ethnosentrisme merupakan gejala sosial yang universal.

Sebab-sebab adanya Prasangka dan Diskriminasi

1)    Berlatar belakang sejarah. Orang-orang kulit putih di Amerika Serikat berprasangka negatif terhadap orang-orang Negro, berlatar belakang pada sejarah masa lampau, bahwa orang-orang kulit putih sebagai tuan dan orang-orang Negro berstatus sebagai budak.
2)   Dilatar-belakangi oleh perkembangan sosio-kultural dan situasional. Harta kekayaan orang-orang kaya baru, diprasangkai bahwa harta-harta itu didapat dari usaha-usaha yang tidak halal. Antara lain dari usaha korupsi dan penyalahgunaan wewenang sebagai pejabat dan lain sebagainya.
3)   Bersumber dari faktor kepribadian.
4)   Berlatar belakang perbedaan keyakinan, kepercayaan dan agama.

Perbedaan Prasangka dan diskriminasi

Perbedaan Prasangka dan Diskriminasi,  prasangka adalah sifat negative terhadap sesuatu. Dalam kondisi prasangka untuk menggapai akumulasi materi tertentu atau untuk status sosial bagi suatu individu atau suatu. Seorang yang berprasangka rasial biasanya bertindak diskriminasi terhadap rasa yang diprasangka.

Usaha-Usaha Mengurangi atau Menghilangkan Prasangka dan Diskriminasi

  1. Perbaikan kondisi sosial ekonomi.
  2. Perluasan kesempatan belajar.
  3. Sikap terbuka dan sikap lapang.
Pertentangan-pertentangan sosial/ketegangan dalam masyarakat

Mengandung pengertian tingkah laku yang lebih luas daripada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Mengandung tiga taraf :
1.     Pada taraf yang terdapat didalam diri seseorang.
2.    Pada taraf yang terdapat pada suatu kelompok.
3.    Pada taraf yang terdapat pada suatu masyarakat.
Adapun cara pemecahan konflik tersebut adalah sebagai berikut :
·         Elimination, yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.
·         Subjunction atau Domination, yaitu pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa pihak lain untuk mengalah dan menaatinya.
·         Majority rule, yaitu suara terbanyak yang ditentukan dengan voting.
·         Minority consent, artinya kelompok mayoritas yang menang.
·         Compromise, artinya semua subkelompok yang terlibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah.
·        Integration artinya pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangan, dan ditelaah.

Golongan-golongan Yang Berbeda dan Integrasi Sosial

a)   Masyarakat Majemuk dan National Indonesia terdiri dari :
Masyarakat Indonesia digolongkan sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan golongan sosial yang dipersatukan oleh kesatuan nasional yang berwujudkan Negara Indonesia.
Aspek-aspek dari kemasyarakatan:
1.     Suku bangsa dan kebudayaannya.
2.    Agama
3.    Bahasa
4.    Nasional Indonesia.

b)  Integritas
variabel-variabel yang dapat menghamabat dalam integritas adalah :
1.     Klaim/tuntutan penguasaan atas wilayah-wilayah yang dianggap sebagai miliknya.
2.    Isu asli tidak asli, berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi.
3.    Agama, sentimen agama dapat digerakkan untuk mempertajam perbedaan kesukuan.
4.    Prasangka yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseorang anggota golongan.

c)   Integrasi Sosial 
Integrasi Sosial adalah merupakan proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat menjadi satu kesatuan. Unsur yang berbeda tersebut meliputi perbedaan kedudukan sosial,ras, etnik, agama, bahasa, nilai, dan norma.

Sumber :









Minggu, 30 Desember 2012

Pertentangan-Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat

Diposting oleh rizkaicha28 di 06.08 0 komentar

Perbedaan Kepentingan

Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku dari individu. Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan ini bersifat esensial bagi kelangsungan kehidupan individu itu sendiri. Jika individu berhasil memenuhi kepentingannya, maka mereka akan merasa puas dan sebaliknya bila gagal akan menimbulkan masalah bagi diri sendiri maupun bagi lingkungannya.
Individu yang berpegang pada prinsipnya saat bertingkah laku, maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu tersebut dalam masyarakat merupakan kepuasan pemenuhan dari kepentingan tersebut. Oleh karena itu, individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang yang sama persis dalam aspek-aspek pribadinya, baik jasmani maupun rohaninya. Dengan itu, maka akan muncul perbedaan kepentingan pada setiap individu, seperti:
1)    Kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang.
2)   Kepentingan individu untuk memperoleh harga diri.
3)   Kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama.
4)   Kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi.
5)   Kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain.
6)   Kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan didalam kelomponya.
7)   Kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri.
8)   Kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri.

Prasangka, Diskriminasi dan Ethnosentrisme

Prasangka dan Diskriminasi
Prasangka dan Diskriminasi dapat merugikan pertumbuh-kembangan dan bahkan integrasi masyarakat. Prasangka mempunyai dasar pribadi, dimana setiap orang memilikinya. Melalui proses belajar dan semakin dewasanya manusia, membuat sikap cenderung membeda-bedakan dan sikap tersebut menjurus kepada prasangka. Apabila individu mempunyai prasangka dan biasanya bersifat diskriminatif terhadap ras yang diprasangka. Jika prasangka disertai dengan agresivitas dan rasa permusuhan, biasanya orang yang bersangkutan mencoba mendiskiminasikan pihak-pihak lain yang belum tentu salah, dan akhirnya dibarengi dengan sifat Justifikasi diri, yaitu pembenaran diri terhadap semua tingkah laku diri.

Ethnosentrisme
Yaitu anggapan suatu bangsa/ras yang cenderung menganggap kebudayaan mereka sebagai suatu yang prima, riil, logis, sesuai dengan kodrat alam dan beranggapan bahwa bangsa/ras lain kurang baik dimata mereka. Ethnosentrisme merupakan gejala sosial yang universal.

Sebab-sebab adanya Prasangka dan Diskriminasi
1)    Berlatar belakang sejarah. Orang-orang kulit putih di Amerika Serikat berprasangka negatif terhadap orang-orang Negro, berlatar belakang pada sejarah masa lampau, bahwa orang-orang kulit putih sebagai tuan dan orang-orang Negro berstatus sebagai budak.
2)   Dilatar-belakangi oleh perkembangan sosio-kultural dan situasional. Harta kekayaan orang-orang kaya baru, diprasangkai bahwa harta-harta itu didapat dari usaha-usaha yang tidak halal. Antara lain dari usaha korupsi dan penyalahgunaan wewenang sebagai pejabat dan lain sebagainya.
3)   Bersumber dari faktor kepribadian.
4)   Berlatar belakang perbedaan keyakinan, kepercayaan dan agama.

Perbedaan Prasangka dan diskriminasi
Perbedaan Prasangka dan Diskriminasi,  prasangka adalah sifat negative terhadap sesuatu. Dalam kondisi prasangka untuk menggapai akumulasi materi tertentu atau untuk status sosial bagi suatu individu atau suatu. Seorang yang berprasangka rasial biasanya bertindak diskriminasi terhadap rasa yang diprasangka.

Usaha-Usaha Mengurangi atau Menghilangkan Prasangka dan Diskriminasi

  1. Perbaikan kondisi sosial ekonomi.
  2. Perluasan kesempatan belajar.
  3. Sikap terbuka dan sikap lapang.
Pertentangan-pertentangan sosial/ketegangan dalam masyarakat

Mengandung pengertian tingkah laku yang lebih luas daripada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Mengandung tiga taraf :
1.     Pada taraf yang terdapat didalam diri seseorang.
2.    Pada taraf yang terdapat pada suatu kelompok.
3.    Pada taraf yang terdapat pada suatu masyarakat.
Adapun cara pemecahan konflik tersebut adalah sebagai berikut :
·         Elimination, yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.
·         Subjunction atau Domination, yaitu pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa pihak lain untuk mengalah dan menaatinya.
·         Majority rule, yaitu suara terbanyak yang ditentukan dengan voting.
·         Minority consent, artinya kelompok mayoritas yang menang.
·         Compromise, artinya semua subkelompok yang terlibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah.
·        Integration artinya pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangan, dan ditelaah.

Golongan-golongan Yang Berbeda dan Integrasi Sosial

a)   Masyarakat Majemuk dan National Indonesia terdiri dari :
Masyarakat Indonesia digolongkan sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan golongan sosial yang dipersatukan oleh kesatuan nasional yang berwujudkan Negara Indonesia.
Aspek-aspek dari kemasyarakatan:
1.     Suku bangsa dan kebudayaannya.
2.    Agama
3.    Bahasa
4.    Nasional Indonesia.

b)  Integritas
variabel-variabel yang dapat menghamabat dalam integritas adalah :
1.     Klaim/tuntutan penguasaan atas wilayah-wilayah yang dianggap sebagai miliknya.
2.    Isu asli tidak asli, berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi.
3.    Agama, sentimen agama dapat digerakkan untuk mempertajam perbedaan kesukuan.
4.    Prasangka yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseorang anggota golongan.

c)   Integrasi Sosial 
Integrasi Sosial adalah merupakan proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat menjadi satu kesatuan. Unsur yang berbeda tersebut meliputi perbedaan kedudukan sosial,ras, etnik, agama, bahasa, nilai, dan norma.

Sumber :









Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

Diposting oleh rizkaicha28 di 06.06 0 komentar
Perbedaan Kepentingan

Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku dari individu. Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan ini bersifat esensial bagi kelangsungan kehidupan individu itu sendiri. Jika individu berhasil memenuhi kepentingannya, maka mereka akan merasa puas dan sebaliknya bila gagal akan menimbulkan masalah bagi diri sendiri maupun bagi lingkungannya.
Individu yang berpegang pada prinsipnya saat bertingkah laku, maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu tersebut dalam masyarakat merupakan kepuasan pemenuhan dari kepentingan tersebut. Oleh karena itu, individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang yang sama persis dalam aspek-aspek pribadinya, baik jasmani maupun rohaninya. Dengan itu, maka akan muncul perbedaan kepentingan pada setiap individu, seperti:
1)    Kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang.
2)   Kepentingan individu untuk memperoleh harga diri.
3)   Kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama.
4)   Kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi.
5)   Kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain.
6)   Kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan didalam kelomponya.
7)   Kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri.
8)   Kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri.

Prasangka, Diskriminasi dan Ethnosentrisme

Prasangka dan Diskriminasi

Prasangka dan Diskriminasi dapat merugikan pertumbuh-kembangan dan bahkan integrasi masyarakat. Prasangka mempunyai dasar pribadi, dimana setiap orang memilikinya. Melalui proses belajar dan semakin dewasanya manusia, membuat sikap cenderung membeda-bedakan dan sikap tersebut menjurus kepada prasangka. Apabila individu mempunyai prasangka dan biasanya bersifat diskriminatif terhadap ras yang diprasangka. Jika prasangka disertai dengan agresivitas dan rasa permusuhan, biasanya orang yang bersangkutan mencoba mendiskiminasikan pihak-pihak lain yang belum tentu salah, dan akhirnya dibarengi dengan sifat Justifikasi diri, yaitu pembenaran diri terhadap semua tingkah laku diri.

Ethnosentrisme

Yaitu anggapan suatu bangsa/ras yang cenderung menganggap kebudayaan mereka sebagai suatu yang prima, riil, logis, sesuai dengan kodrat alam dan beranggapan bahwa bangsa/ras lain kurang baik dimata mereka. Ethnosentrisme merupakan gejala sosial yang universal.

Sebab-sebab adanya Prasangka dan Diskriminasi

1)    Berlatar belakang sejarah. Orang-orang kulit putih di Amerika Serikat berprasangka negatif terhadap orang-orang Negro, berlatar belakang pada sejarah masa lampau, bahwa orang-orang kulit putih sebagai tuan dan orang-orang Negro berstatus sebagai budak.
2)   Dilatar-belakangi oleh perkembangan sosio-kultural dan situasional. Harta kekayaan orang-orang kaya baru, diprasangkai bahwa harta-harta itu didapat dari usaha-usaha yang tidak halal. Antara lain dari usaha korupsi dan penyalahgunaan wewenang sebagai pejabat dan lain sebagainya.
3)   Bersumber dari faktor kepribadian.
4)   Berlatar belakang perbedaan keyakinan, kepercayaan dan agama.

Perbedaan Prasangka dan diskriminasi

Perbedaan Prasangka dan Diskriminasi,  prasangka adalah sifat negative terhadap sesuatu. Dalam kondisi prasangka untuk menggapai akumulasi materi tertentu atau untuk status sosial bagi suatu individu atau suatu. Seorang yang berprasangka rasial biasanya bertindak diskriminasi terhadap rasa yang diprasangka.

Usaha-Usaha Mengurangi atau Menghilangkan Prasangka dan Diskriminasi

  1. Perbaikan kondisi sosial ekonomi.
  2. Perluasan kesempatan belajar.
  3. Sikap terbuka dan sikap lapang.
Pertentangan-pertentangan sosial/ketegangan dalam masyarakat

Mengandung pengertian tingkah laku yang lebih luas daripada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Mengandung tiga taraf :
1.     Pada taraf yang terdapat didalam diri seseorang.
2.    Pada taraf yang terdapat pada suatu kelompok.
3.    Pada taraf yang terdapat pada suatu masyarakat.
Adapun cara pemecahan konflik tersebut adalah sebagai berikut :
·         Elimination, yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.
·         Subjunction atau Domination, yaitu pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa pihak lain untuk mengalah dan menaatinya.
·         Majority rule, yaitu suara terbanyak yang ditentukan dengan voting.
·         Minority consent, artinya kelompok mayoritas yang menang.
·         Compromise, artinya semua subkelompok yang terlibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah.
·        Integration artinya pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangan, dan ditelaah.

Golongan-golongan Yang Berbeda dan Integrasi Sosial

a)   Masyarakat Majemuk dan National Indonesia terdiri dari :
Masyarakat Indonesia digolongkan sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan golongan sosial yang dipersatukan oleh kesatuan nasional yang berwujudkan Negara Indonesia.
Aspek-aspek dari kemasyarakatan:
1.     Suku bangsa dan kebudayaannya.
2.    Agama
3.    Bahasa
4.    Nasional Indonesia.

b)  Integritas
variabel-variabel yang dapat menghamabat dalam integritas adalah :
1.     Klaim/tuntutan penguasaan atas wilayah-wilayah yang dianggap sebagai miliknya.
2.    Isu asli tidak asli, berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi.
3.    Agama, sentimen agama dapat digerakkan untuk mempertajam perbedaan kesukuan.
4.    Prasangka yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseorang anggota golongan.

c)   Integrasi Sosial 
Integrasi Sosial adalah merupakan proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat menjadi satu kesatuan. Unsur yang berbeda tersebut meliputi perbedaan kedudukan sosial,ras, etnik, agama, bahasa, nilai, dan norma.

Sumber :









 

Rizka Setiowati Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos