1.
JENIS-ORGANISASI
SOSIAL DAN KOMERSIAL
A. ORGANISASI KOMERSIAL
Organisasi
Komersial adalah Organisasi yang
berkembang di dunia ini sudah sangat berkembang pesat, dari tahun ketahun
banyak terlahir organisasi-organisasi baru dan tidak pandang usia dari remaja sampai
usia lanjut dari organisasi itu sendiri pun bnyak sekali tujuan-tujuan dari
pembuatan organisai itu entah untuk mencari keuntungan (komersil) ataupun untuk
social.
B. ORGANISASI SOSIAL
Organisasi
sosial menurut Amitai Etzioni organisasi adalah unit sosial (pengelompokan
manusia) yang sengaja dibentuk dan dibentuk kembali dengan penuh pertimbangan
dalam rangka mencapai tujuan tertentu.
Jenis – jenis Organisasi Sosial
a. Organisasi
Normatif
Adalah
pihak elite menjalankan organisasi/ mengawasi anggota lebih dominan menggunakan
kekuasaan normatif (persuasif). Bentuk partisipasi anggota adalah dengan
komitmen moral.
b. Organisasi
Utilitarian
Adalah
pihak elite mengawasi anggota dominan menggunakan kekuasaan utilitarian.
Partisipasi anggota berdasarkan komitmen perhitungan yaitu pemikiran hubungan
bisnis, sangat perhitungkan untung rugi.
c. Organisasi Koersi
Adalah
pihak elite menggunakan kekuasaan koersi dalam mengawasi anggotanya. Koersi
adalah segala jenis paksaan, ancaman, dan intimidasi yang digunakan untuk
mempengaruhi perilaku orang lain.
2.
BENTUK – BENTUK KERJASAMANYA
1.
Holding company
Holding
company adalah penggabungan suatu badan usah dengan badan usaha yang lain
dengan cara membeli sebagian besar saham (sero) dari beberapa badan usaha. Jadi
holding company menguasai beberapa badan usaha, karena ia membeli sebagian
besar saham dari setiap badan usaha yang bergabung. Badan usaha yang membeli
sebagian besar saham perusahaan dapat mempengaruhi perusahaan di bidang
pemasaran dan keuangan.
2. Kartel
Kartel
adalah bentuk kerja sama antara beberapa perusahaan yang bergerak dalam bidang
usaha yang sama dengan tujuan untuk meningkatkan keuntungan, memperkecil
kondisi persaingan, dan memperluas atau menguasai pasar.
3.
Trust
yaitu pembaruan
perusahaan yang dulu menjadi perusahaan baru , agar memperoleh keuntungan
,kekuasaan , dan monopoli dan ada juga Trust parelisasi adalah gabungan badan
usaha-badan usaha yang menghasilkan atau menjual barang sejenis maupun
berlainan. Pada umumnya, trust bersifat merugikan konsumen, karena salah satu
tujuan penggabungan tersebut adalah untuk mendapatkan kedudukan monopoli,
sehingga akan mempengaruhi harga. Harga dalam pasar monopoli tidak terjadi atas
keseimbangan antara penawaran dan permintaan namun ditentukan produsen sesuai
dengan kemauan mereka sendiri.
4.
Joint venture
yaitu salah satu
kesatuan yang diantara kedua pihak atau lebih untuk menjalankan aktivitas
ekonomi bersama untuk bertujuan membangun perusahaan aga lebih baik dan maju
dari sebelumnya.
3.
KONFLIK DALAM ORGANISASI
FAKTOR
PENYEBAB KONFLIK
-
Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
-
Perbedaan latar belakang sehingga
membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
-
Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok.
-
Perubahan-perubahan yang cepat dan
mendadak dalam masyarakat.
SUMBER-SUMBER
KONFLIK
1. Konflik ini bisa berasal dari dalam diri
penyebab dari dalam bisa bersumber dari sifat-sifat atau ciri-ciri
kepribadian dari orang yang bersangkutan. Hal ini terjadi karena seseorang
diperhadapkan pada dua tujuan atau karena harus membuat keputusan untuk memilih
alternative yang terbaik.
2. Konflik yang bersumber dari luar
Misalnya tuntutan lingkungan kerja yang baru, kehilangan kebebasan
pribadi, erosi kontak wajah, terus-menerus dipaksa mempelajari keterampilan
kerja baru karena tuntutan pekerjaan, dan terlewatkan dalam promosi jabatan.
3. Konflik yang disebabkan oleh pembagian sumber daya (resource
interdependence).
Antar unit kerja bersaing karena untuk mendapatkan sumber daya
yang lebih (personil, dana, material, peralatan, ruangan, fasilitas computer
dan lainnya).
4. Deskripsi tugas yang tidak jelas.
Ini akan mengakibatkan konflik karena tidak ada guide lines dan
policies yang jelas, akan membuat kelompok lainnya tersinggung karena
dilangkahi.
5. Perbedaan kekuasaan dan status
Biasanya terjadi karena suatu departemen merasa lebih penting atau
memiliki rasa over value ketimbang departemen lainnya. Departemen yang lainnya
pasti akan merasa dilecehkan.
6. Perbedaan sistem imbalan dan intensif
yang diatur per-unit, bukan berdasarkan tujuan organisasi.
7. Faktor birokratik
Dimana pegawai lini memiliki wewenang dalam proses pengambilan
keputusan sementara staf lebih pada memberikan rekomendasi atau saran. Sering
pegawai lini merasa lebih penting, sementara staf merasa lebih ahli.
Ujung-ujungnya konflik.
8. Sistem komunikasi dan informasi yang terganggu
Kadang, terjadi misunderstanding di kalangan pelaku organisasi
karena informasi yang diterima kurang jelas atau bertentangan dengan tujuan
yang sebenarnya.
Teknik-Teknik Utama Untuk Memecahkan Konflik
Organisasi
Ada beberapa cara
untuk menangani konflik yaitu :
1. Introspeksi diri,
2. Mengevaluasi
pihak-pihak yang terlibat,
3. Identifikasi
sumber konflik,
Spiegel (1994) menjelaskan ada lima tindakan
yang dapat kita lakukan dalam penanganan konflik :
A.
Berkompetisi
Tindakan
ini dilakukan jika kita mencoba memaksakan kepentingan sendiri di atas kepentingan
pihak lain. Pilihan tindakan ini bisa sukses dilakukan jika situasi saat itu membutuhkan
keputusan yang cepat, kepentingan salah satu pihak lebih utama dan pilihan kita
sangat vital. Hanya perlu diperhatikan situasi menang – kalah (win-lose solution)
akan terjadi disini. Pihak yang kalah akan merasa dirugikan dan dapat menjadi
konflik yang berkepanjangan. Tindakan ini bisa dilakukan dalam hubungan atasan
bawahan, dimana atasan menempatkan kepentingannya (kepentingan organisasi) di
atas kepentingan bawahan.
B.
Menghindari
konflik
Tindakan
ini dilakukan jika salah satu pihak menghindari dari situsasi
tersebut secara
fisik ataupun psikologis. Sifat tindakan ini hanyalah menunda konflik yang
terjadi. Situasi menang kalah terjadi lagi disini. Menghindari konflik bisa
dilakukan jika masing-masing pihak mencoba untuk mendinginkan suasana,
mebekukan konflik untuk sementara. Dampak kurang baik bisa terjadi jika pada
saat yang kurang tepat konflik meletus kembali, ditambah lagi jika salah satu
pihak menjadi stres karena merasa masih memiliki hutang menyelesaikan persoalan
tersebut.
C.
Akomodasi
Yaitu
jika kita mengalah dan mengorbankan beberapa kepentingan sendiri agar pihak
lain mendapat keuntungan dari situasi konflik itu. Disebut juga sebagai self
sacrifying behaviour. Hal ini dilakukan jika kita merasa bahwa kepentingan
pihak lain lebih utama atau kita ingin tetap menjaga hubungan baik dengan pihak
tersebut.
D.
Kompromi
Tindakan
ini dapat dilakukan jika ke dua belah pihak merasa bahwa kedua hal tersebut
sama-sama penting dan hubungan baik menjadi yang utama. Masing-masing pihak
akan mengorbankan sebagian kepentingannya untuk mendapatkan situasi menang-menang
(win-win solution).
E.
Berkolaborasi
Menciptakan
situasi menang-menang dengan saling bekerja sama. Pilihan tindakan ada pada
diri kita sendiri dengan konsekuensi dari masing-masing tindakan. Jika terjadi
konflik pada lingkungan kerja, kepentingan dan hubungan antar pribadi menjadai
hal yang harus kita pertimbangkan.
SUMBER :



