A.
Pengertian Organisasi Menurut Beberapa Tokoh
Organisasi adalah
suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama.
Dalam ilmu-ilmu sosial,
organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama
sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen. Kajian mengenai
organisasi sering disebut studi organisasi, perilaku organisasi, atau analisa
organisasi.
Pengertian Organisasi
Menurut Para Ahli :
1. Stoner
Mengatakan
bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana
orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
2. James D. Mooney
Mengemukakan
bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai
tujuan bersama.
3.
Pfiffner dan Sherwood
Organisasi sebagai suatu pola dari cara-cara dalam mana sejumlah orang yang saling berhubungan, bertemu muka, secara intim dan terkait dalam suatu tugas yang bersifat kompleks, berhubungan satu dengan yang lainnya secara sadar, menetapkan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan semula secara sistematis.
Organisasi sebagai suatu pola dari cara-cara dalam mana sejumlah orang yang saling berhubungan, bertemu muka, secara intim dan terkait dalam suatu tugas yang bersifat kompleks, berhubungan satu dengan yang lainnya secara sadar, menetapkan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan semula secara sistematis.
4. Prof Dr. Sondang P. Siagian
Mendefinisikanorganisasi
ialah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja
bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang
telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang / beberapa orang
yang disebut atasan dan seorang / sekelompok orang yang disebut dengan bawahan.
5. Chester L Bernard (1938)
Mengatakan
bahwa Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih yang
sama-sama memiliki visi dan misi yang sama.
B. Ciri-ciri dan Unsur-unsur dari Organisasi
a. Ciri-ciri
Organisasi yaitu :
1. Mempunyai aturan yang harus ditaati oleh anggota dari Organisasi
tersebut.
2. Mempunyai Tujuan dan Sasaran untuk dicapai dalam Organisasi.
3. Ada yang mengkoordinasi tugas dan wewenang.
4. Mempunyai pembagian kerja atau bisa disebut juga kerjasama.
Menurut Berelson dan
Steiner (1964:55) Organisasi memiliki ciri-ciri yaitu :
- Formalitas, merupakan ciri organisasi sosial yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan seterusnya.
- Hierarkhi, merupakan ciri organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida, artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut.
- Besarnya dan Kompleksnya, dalam hal ini pada umumnya organisasi sosial memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal), gejala ini biasanya dikenal dengan gejala “birokrasi”.
- Lamanya (duration), menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi lebih lama daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu.
b. Unsur-unsur dalam
Organisasi yaitu :
1. Man
Man (orang-orang), dalam kehidupan organisasi atau ketatalembagaan
sering disebut dengan istilah pegawai atau personnel.
2. Kerjasama
Kerjasama merupakan suatu perbuatan bantu-membantu akan suatu
perbuatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama.
3. Tujuan Bersama
Tujuan merupakan arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan
menggambarkan tentang apa yang akan dicapai atau yang diharapkan. Tujuan
merupakan titik akhir tentang apa yang harus dikerjakan. Tujuan juga menggambarkan
tentang apa yang harus dicapai melalui prosedur, program, pola (network).
4. Peralatan (Equipment)
Peralatan atau equipment yang terdiri dari semua sarana, berupa
materi, mesin-mesin, uang, dan barang modal lainnya (tanah,
gedung/bangunan/kantor).
5. Lingkungan (Environment)
Faktor lingkungan misalnya keadaan sosial, budaya, ekonomi, dan
teknologi. kebijaksanaan (policy), strategi, anggaran (budgeting), dan
peraturan-peraturan (regulation) yang telah ditetapkan. Dan juga beberapa
tujuan tertentu.
C. Bentuk-bentuk
Bagan Struktur Organisasi
1.
Bagan Horizontal
Bagan tersebut di katakan
horizontal karena pada bagan tersebut jika semakin banyak jabatan-jabatan yang
di buat dalam perusahaan tersebut maka bagan ini akan semakin luas menyamping.
2.
Bagan Vertikal
Bagan vertikal adalah
kebalikan dari bagan Horizontal. Bagan Vertikal pada umumnya bagan ini jika
dalam perusahaan banyak sekali jabatan atau kepala-kepala bagian dari
masing-masing divisi maka bagan ini akan semakin panjang ke bawah.
3.
Bagan Lingkaran
Bagan ini berbentuk lingkaran
karna mungkin dalam suatu perusahaan memang sangat memiliki perbedaan
tersendiri dalam menyusun bagian-bagian dari perusahaan itu tersebut oleh
karena itu banyak sekali model bagan yang terbentuk. pada model bagan ini jika
setiap penambahan anggota maka bagan ini akan bertambah diameternya dan semakin
membesar.
4.
Bagan Piramid
Bagan ini sangat mudah
digunakan karna bentuknya seperti Piramid yang menempatkan bagian-bagian dalam
perusahaan yang paling tertinggi di letakan pada bagian TOP dan untuk karyawan
di letakan MID dan untuk Office Boy di letakan pada Bagian LOWER.
Sumber :



