Selasa, 02 Desember 2014

EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)

Diposting oleh rizkaicha28 di 07.18 0 komentar


SEJARAH EJAAN BAHASA INDONESIA

Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional lahir pada awal tahun dua puluhan. Namun dari segi ejaan, bahasa indonesia sudah lama memiliki ejaan tersendiri. Berdasarkan sejarah perkembangan ejaan, sudah mengalami perubahan sistem ejaan, yaitu :

1. Ejaan Van Ophuysen

Ejaan ini mulai berlaku sejak bahasa Indonesia lahir dalam awal tahun dua puluhan. Ejaan ini merupakan warisan dari bahasa Melayu yang menjadi dasari bahasa Indonesia.

2. Ejaan Suwandi

Setelah ejaan Van Ophuysen diberlakukan, maka muncul ejaan yang menggantikan, yaitu ejaan Suwandi. Ejaan ini berlaku mulai tahun 1947 sampai tahun 1972.

3. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)

Ejaan ini mulai berlaku sejak tahun 1972 sampai sekarang. Ejaan ini merupakan penyempurnaan yang pernah berlaku di Indonesia.

Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) diterapkan secara resmi mulai tanggal 17 Agustus 1972 dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor : 57/1972 tentang peresmian berlakunya “Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan”. Dengan berlakunya EYD, maka ketertiban dan keseragaman dalam penulisan bahasa Indonesia diharapkan dapat terwujud dengan baik.

EYD (Ejaan yang Disempurnakan) adalah tata bahasa dalam Bahasa Indonesia yang mengatur penggunaan bahasa Indonesia dalam tulisan, mulai dari pemakaian dan penulisan huruf capital dan huruf miring, serta penulisan unsur serapan. EYD disini diartikan sebagai tata bahasa yang disempurnakan. Dalam penulisan karya ilmiah perlu adanya aturan tata bahasa yang menyempurnakan sebuah karya tulis. Karena dalam sebuah karya tulis memerlukan tingkat kesempurnaan yang mendetail. Singkatnya EYD digunakan untuk membuat tulisan dengan cara yang baik dan benar.

Peran EYD yakni sebagai pedoman umum bagi para pengguna Bahasa Indonesia. Siapa pun, kapan pun, dimana pun menggunakan EYD secara benar dan baik, maka harus mengacu pada EYD yang sesuai dengan Undang-Undang dan Pancasila. EYD pun memiliki pengecualian, biasanya pada penulisan judul. EYD yang digunakan saat ini adalah EYD yang telah disepakati oleh 3 negara yakni Indonesia, Malaysia dan Bruneidarussalam.



RUANG LINGKUP EJAAN YANG DISEMPURNAKAN (EYD)

Ruang lingkup EYD mencakup lima aspek yaitu :

a) Pemakaian huruf.

b) Penulisan huruf.

c) Penulisan kata.

d) Penulisan unsur.

e) Pemakaian tanda baca.

Yang pertama ada Pemakaian huruf, dalam EYD pemakaian huruf adalah bagaimana cara pemakaian huruf yang benar sesuai dengan kaidah atau tata cara dalam EYD, pemakaian huruf tersebut terbagi lagi menjadi 5 bagian diantaranya :

1. Huruf abjad.

2. huruf vocal.

3. huruf konsonan.

4. huruf diftong.

5. gabungan huruf konsonan.

Selanjutnya ada penulisan huruf, disini penulisan huruf itu harus sesuai dengan EYD agar makna dari penulisan kata tersebut dapat atau mudah dimengerti bagi para pembaca,penulisan huruf tersebut terbagi lagi menjadi 2 jenis yaitu :

1. Penggunaan Huruf Kapital

· Jabatan tidak diikuti nama orang.

· Huruf pertama nama bangsa.

· Nama geografi sebagai nama jenis.

· Setiap unsur bentuk ulang sempurna.

· Penulisan kata depan dan kata sambung.


2. Penulisan Huruf Miring

a. Penulisan nama buku

Contoh: Buku Jurnalistik Indonesia, Majalah Sunda Mangle, Surat Kabar Bandung Pos.

b. Penulisan penegasan kata dan penulisan bahasa asing

Contoh: boat modeling, aeromodeling, motorsport.

c. Penulisan kata ilmiah

Contoh: royal-purple amethyst, crysacola, turqoisa, rhizopoda, lactobacillus, dsb.

Selanjutnya ada penulisan kata adalah penulisan kata yang biasa kita gunakan pada kehidupan sehari – hari dan penulisan kata tersebut terbagi menjadi 9 jenis yaitu :

a) Kata dasar

b) Kata turunan ( kata berimbuhan )

c) Kata ulang

d) Gabungan kata

e) Kata depan/preposisi (di,ke,dari,dalam,kepada,pada)

f) Kata sandang ( si dan sang )

g) Partikel

h) Singkatan dan akronim

i) Angka dan lambang bilangan

Setelah penulisan kata, selanjutnya ada lagi tentang penulisan unsur serapan. Penulisan unsur serapan disini maksudnya adalah seringkalinya mengambil dan menyerap unsur asing tanpa memperhatikan aturan, situasi dan kondisi yang ada. Berdasarkan taraf integritasnya , unsur serapan dalam bahasa Indonesia dikelompokkan dua bagian yaitu : Secara adopsi dan Secara adaptasi.

Dan yang terakhir adalah pemakaian tanda baca,pemakaian tanda baca itu sendiri sangat banyak dan masing – masing memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda – beda pula contohnya adalah sebagai berikut :

A. Tanda Titik (. )


· Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.

· Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang.

· Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan



B. Tanda Koma ( , )

· Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.

· Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata tetapidan melainkan.


C. Tanda Titik Koma (; )

· Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian­bagian kalimat yang sejenis dan setara.



D. Tanda Titik Dua ( : )


· Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.

· Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.



E. Tanda Hubung ( – )

· Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris.

· Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata di belakangnya, atau akhiran dengan bagian kata di depannya pada

· Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang.



F. Tanda Pisah ( – )


· Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan khusus di luar bangun kalimat.

· Tanda pisah menegaskan adanya aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas.



G. Tanda Elipsis ( … )

· Tanda elipsis menggambarkan kalimat yang terputus-putus.

· Tanda elipsis menunjukkan bahwa dalam suatu petikan ada bagian yang dihilangkan.



Penulisan Unsur Serapan

Dalam perkembangannya, bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa lain, baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing. Berdasarkan taraf integrasinya, unsur pinjamam dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas dua golongan besar. Pertama unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia, seperti shuttle cock, reshuffle. Unsur-unsur tersebut di pakai dalam konteks bahasa Indonesia tetapi pengucapannya masih mengikuti cara asing. Kedua, unsur pinjaman yamg penulisan dan pengucapannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Dalam hal ini diusahakan agar ejaannya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya.

Selasa, 02 Desember 2014

EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)

Diposting oleh rizkaicha28 di 07.18 0 komentar


SEJARAH EJAAN BAHASA INDONESIA

Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional lahir pada awal tahun dua puluhan. Namun dari segi ejaan, bahasa indonesia sudah lama memiliki ejaan tersendiri. Berdasarkan sejarah perkembangan ejaan, sudah mengalami perubahan sistem ejaan, yaitu :

1. Ejaan Van Ophuysen

Ejaan ini mulai berlaku sejak bahasa Indonesia lahir dalam awal tahun dua puluhan. Ejaan ini merupakan warisan dari bahasa Melayu yang menjadi dasari bahasa Indonesia.

2. Ejaan Suwandi

Setelah ejaan Van Ophuysen diberlakukan, maka muncul ejaan yang menggantikan, yaitu ejaan Suwandi. Ejaan ini berlaku mulai tahun 1947 sampai tahun 1972.

3. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)

Ejaan ini mulai berlaku sejak tahun 1972 sampai sekarang. Ejaan ini merupakan penyempurnaan yang pernah berlaku di Indonesia.

Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) diterapkan secara resmi mulai tanggal 17 Agustus 1972 dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor : 57/1972 tentang peresmian berlakunya “Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan”. Dengan berlakunya EYD, maka ketertiban dan keseragaman dalam penulisan bahasa Indonesia diharapkan dapat terwujud dengan baik.

EYD (Ejaan yang Disempurnakan) adalah tata bahasa dalam Bahasa Indonesia yang mengatur penggunaan bahasa Indonesia dalam tulisan, mulai dari pemakaian dan penulisan huruf capital dan huruf miring, serta penulisan unsur serapan. EYD disini diartikan sebagai tata bahasa yang disempurnakan. Dalam penulisan karya ilmiah perlu adanya aturan tata bahasa yang menyempurnakan sebuah karya tulis. Karena dalam sebuah karya tulis memerlukan tingkat kesempurnaan yang mendetail. Singkatnya EYD digunakan untuk membuat tulisan dengan cara yang baik dan benar.

Peran EYD yakni sebagai pedoman umum bagi para pengguna Bahasa Indonesia. Siapa pun, kapan pun, dimana pun menggunakan EYD secara benar dan baik, maka harus mengacu pada EYD yang sesuai dengan Undang-Undang dan Pancasila. EYD pun memiliki pengecualian, biasanya pada penulisan judul. EYD yang digunakan saat ini adalah EYD yang telah disepakati oleh 3 negara yakni Indonesia, Malaysia dan Bruneidarussalam.



RUANG LINGKUP EJAAN YANG DISEMPURNAKAN (EYD)

Ruang lingkup EYD mencakup lima aspek yaitu :

a) Pemakaian huruf.

b) Penulisan huruf.

c) Penulisan kata.

d) Penulisan unsur.

e) Pemakaian tanda baca.

Yang pertama ada Pemakaian huruf, dalam EYD pemakaian huruf adalah bagaimana cara pemakaian huruf yang benar sesuai dengan kaidah atau tata cara dalam EYD, pemakaian huruf tersebut terbagi lagi menjadi 5 bagian diantaranya :

1. Huruf abjad.

2. huruf vocal.

3. huruf konsonan.

4. huruf diftong.

5. gabungan huruf konsonan.

Selanjutnya ada penulisan huruf, disini penulisan huruf itu harus sesuai dengan EYD agar makna dari penulisan kata tersebut dapat atau mudah dimengerti bagi para pembaca,penulisan huruf tersebut terbagi lagi menjadi 2 jenis yaitu :

1. Penggunaan Huruf Kapital

· Jabatan tidak diikuti nama orang.

· Huruf pertama nama bangsa.

· Nama geografi sebagai nama jenis.

· Setiap unsur bentuk ulang sempurna.

· Penulisan kata depan dan kata sambung.


2. Penulisan Huruf Miring

a. Penulisan nama buku

Contoh: Buku Jurnalistik Indonesia, Majalah Sunda Mangle, Surat Kabar Bandung Pos.

b. Penulisan penegasan kata dan penulisan bahasa asing

Contoh: boat modeling, aeromodeling, motorsport.

c. Penulisan kata ilmiah

Contoh: royal-purple amethyst, crysacola, turqoisa, rhizopoda, lactobacillus, dsb.

Selanjutnya ada penulisan kata adalah penulisan kata yang biasa kita gunakan pada kehidupan sehari – hari dan penulisan kata tersebut terbagi menjadi 9 jenis yaitu :

a) Kata dasar

b) Kata turunan ( kata berimbuhan )

c) Kata ulang

d) Gabungan kata

e) Kata depan/preposisi (di,ke,dari,dalam,kepada,pada)

f) Kata sandang ( si dan sang )

g) Partikel

h) Singkatan dan akronim

i) Angka dan lambang bilangan

Setelah penulisan kata, selanjutnya ada lagi tentang penulisan unsur serapan. Penulisan unsur serapan disini maksudnya adalah seringkalinya mengambil dan menyerap unsur asing tanpa memperhatikan aturan, situasi dan kondisi yang ada. Berdasarkan taraf integritasnya , unsur serapan dalam bahasa Indonesia dikelompokkan dua bagian yaitu : Secara adopsi dan Secara adaptasi.

Dan yang terakhir adalah pemakaian tanda baca,pemakaian tanda baca itu sendiri sangat banyak dan masing – masing memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda – beda pula contohnya adalah sebagai berikut :

A. Tanda Titik (. )


· Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.

· Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang.

· Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan



B. Tanda Koma ( , )

· Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.

· Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata tetapidan melainkan.


C. Tanda Titik Koma (; )

· Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian­bagian kalimat yang sejenis dan setara.



D. Tanda Titik Dua ( : )


· Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.

· Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.



E. Tanda Hubung ( – )

· Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris.

· Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata di belakangnya, atau akhiran dengan bagian kata di depannya pada

· Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang.



F. Tanda Pisah ( – )


· Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan khusus di luar bangun kalimat.

· Tanda pisah menegaskan adanya aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas.



G. Tanda Elipsis ( … )

· Tanda elipsis menggambarkan kalimat yang terputus-putus.

· Tanda elipsis menunjukkan bahwa dalam suatu petikan ada bagian yang dihilangkan.



Penulisan Unsur Serapan

Dalam perkembangannya, bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa lain, baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing. Berdasarkan taraf integrasinya, unsur pinjamam dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas dua golongan besar. Pertama unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia, seperti shuttle cock, reshuffle. Unsur-unsur tersebut di pakai dalam konteks bahasa Indonesia tetapi pengucapannya masih mengikuti cara asing. Kedua, unsur pinjaman yamg penulisan dan pengucapannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Dalam hal ini diusahakan agar ejaannya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya.
 

Rizka Setiowati Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos