Tukang sayur adalah
pekerjaan yang berhubungan dengan kebutuhan pangan keluarga. Suplay kebutuhan
makanan sebuah keluarga apabila seseorang di keluarga tersebut tidak dapat
pergi ke pasar untuk berbelanja.
Profesi tukang sayur
merupakan profesi yang menguntungkan bagi pihak pedagang/tukang sayur sendiri
maupun bagi pihak pembeli, dalam pelaksanaanya terkadang seorang tukang sayur
memiliki suatu etika yang mungkin tidak tertulis melainkan hanya sebatas ucapan
lisan yang uniknya semua dapat dipahami oleh sesama tukang sayur dan yang lebih
penting mereka semua saling memahami dan menaati aturan tersebut walaupun tidak
tertulis.
Tukang sayur merupakan
profesi yang bukan terdidik jadinya untuk dapat terjun dalam profesi ini anda
tidak perlu bersekolah untuk belajar akan tetapi anda cuma perlu berlatih
berkomunikasi sampai anda dapat melakukan pekerjaan ini dengan baik dan sebagai
tukang sayur hendaknya mempunyai atribut-atribut seperti ini :
a) Topi,
tukang sayur tidak perduli panas terik ataupun hujan maka dari itu topi
sebagai pelindung kepala sangat
diperlukan.
b) Gerobak.
Salah satu saran terpenting tukang sayur adalah gerobak, dengan ini tukang
sayur dapat membawa barang – barang dagangan nya.
c) Payung.
Alat ini berfungsi untuk melindungi dari sinar matahari yang terik dan apabila
sewaktu – waktu terjadi hujan.
Tugas seorang tukang
sayur tidaklah mudah mereka harus melakukan kewajibannya dengan baik seperti
halnya :
a) Berkeliling
antar komplek dari satu rumah ke rumah lainnya.
b) Mengantarkan
pesanan sayur mayor kepada pelanggan.
c) Menjaga
kualitas dari barang dagangan nya tersebut, karena apabila barang tersebut
sudah rusak atau kadaluarsa maka pelanggan akan kecewa dan kapok untuk
berbelanja.
Yang menarik dari
masalah ini adalah ternyata tukang sayur memiliki kode etik atau aturan-aturan
tertentu terutama di kalangan tukang sayur. Aturan-aturan tersebut adalah:
a) Wilayah
operasinya biasanya sudah terkoordinasi satu sama lain.
b) Waktu
bekerja mayoritas dari pagi hingga siang.
Dan
ada sebuah pepatah pekerja tukang sayur "Hidup ini harus mempunyai prinsip
dan harus ikhlas, karena dengan keikhlasan hidup kita yang sulit akan menjadi
mudah" dan pepatah seperti ini lah
yang seharusnya dimiliki seseorang.
Berikut ini saya akan
coba mengulas beberapa etika pedagang sayur di pasar maupun pedagang sayur
keliling :
a) Sebagai
seorang yang berpengaruh besar terhadap kesehatan konsumen seorang tukang sayur
wajib memastikan bahwa sayuran yang dijualnya adalah sayuran yang benar – benar
segar dan bukan sayuran yang layu ataupun sayuran bekas yang tercecer saat
pengangkutan atau pemindahan sayur dari produsen ke truk.
b) Terkadang
kita lihat bahwa jika ada salah satu pedagang sayur A mendiamin suatu pasar
maka rata – rata kebanyakan tidak ada pedagang serupa di pasar tersebut jikapun
ada jarak dari pedagang A ke pedagang B jaraknya sangat berjauhan jika memeng
dia menjual jenis sayuran yang sama.
c) Untuk
pedagang sayur keliling terkadang wilayah rute untuk keliling menjajakan barang
dagangannya itu menjadi suatu permasalahan yang sering terjadi, tetapi jika
pedagang A sudah mempunyai langganan tetep di suatu wilayah terkadang pedagang
yang lain enggan untuk lewat wilayah tersebut dikarenakan biasanya warga
indonesia jika sudah pas dengan pedagang tersebut dia akan tetap membeli ke
pedagang tersebut walaupun ada pedagang yang lain lewat si pembeli akan tetap
menunggu pedagang tersebut.
d) Kebanyakan
pedagang sayur menganut prinsip pembeli adalah raja jadi biar bagaimanapun
karakter si pembeli pedagang tersebut tetap akan dan harus bersikap ramah
kepada pembeli.
e) Terkadang
sesama pedagang dipasar suka membantu ke sesama pedagang sayur lainya misalkan
pembeli ingin suatu sayuran tetapi di pedagang tersebut tidak ada maka
terkadang si pedagang tersebut tidak enggan maupun sungkan untuk mencarikan
sayuran tersebut ke pedagang lain dan hasinnya akan di kasi ke pedagang sayur
yang mempunyai sayuran tersebut.
Jadi
kesimpulannya adalah :
"Profesi tukang
sayur merupakan profesi yang menguntungkan bagi pihak pedagang/tukang sayur
sendiri maupun bagi pihak pembeli, dalam pelaksanaanya terkadang seorang tukang
sayur memiliki suatu etika yang mungkin tidak tertulis melainkan hanya sebatas
ucapan lisan yang uniknya semua dapat dipahami oleh sesama tukang sayur dan
yang lebih penting mereka semua saling memahami dan menaati aturan tersebut
walaupun tidak tertulis."